RENCANA PEMBELAJARAN MENDALAM (DEEP LEARNING PLAN)
DASAR-DASAR AGRIBISNIS PERIKANAN
Informasi Umum
Satuan Pendidikan: SMK Perikanan Nusantara
Program Keahlian: Agribisnis Perikanan
Mata Pelajaran: Dasar-Dasar Agribisnis Perikanan
Kelas / Fase: X / E
Alokasi Waktu: 4 Pertemuan (8 Jam Pelajaran @ 45 Menit)
A. Tujuan Pembelajaran
Mengklasifikasikan Usaha Berdasarkan Kepemilikan: Peserta didik mampu mengelompokkan jenis-jenis usaha perikanan berdasarkan kepemilikannya (misalnya, usaha perorangan, kelompok/koperasi, atau perusahaan terbatas) dan mengidentifikasi kelebihan serta kekurangan masing-masing.
B. Profil Pelajar Pancasila & Integrasinya
Rencana ini dirancang untuk mengembangkan tiga dimensi utama Profil Pelajar Pancasila:
Bernalar Kritis:
Bagaimana Dikembangkan: Peserta didik akan menganalisis studi kasus nyata atau hipotetis tentang berbagai bentuk usaha perikanan. Mereka harus secara objektif mengidentifikasi, membandingkan, dan mengevaluasi kelebihan serta kekurangan dari setiap model kepemilikan. Puncaknya adalah saat mereka harus memberikan justifikasi logis untuk memilih satu model usaha dalam proyek akhir mereka.
Kreatif:
Bagaimana Dikembangkan: Kreativitas diasah saat peserta didik merancang proposal atau model bisnis perikanan fiktif. Mereka bebas menentukan jenis komoditas, skala usaha, dan yang terpenting, cara mereka mempresentasikan temuan mereka. Mereka didorong untuk membuat presentasi yang menarik dan informatif (misalnya, infografis, video pendek, atau role-playing).
Kolaborasi:
Bagaimana Dikembangkan: Sepanjang unit ini, peserta didik akan bekerja dalam kelompok kecil. Mereka akan belajar untuk berbagi peran, mendengarkan pendapat yang berbeda, menegosiasikan ide, dan membangun pengetahuan secara bersama-sama selama tahap investigasi dan pengerjaan proyek. Penilaian diskusi kelompok akan mengukur efektivitas kolaborasi mereka.
C. Deskripsi Singkat Setiap Pertemuan
Pertemuan 1: Eksplorasi & Pertanyaan Pemicu: Membangkitkan rasa ingin tahu peserta didik tentang siapa saja pemilik usaha di bidang perikanan dan bagaimana usaha tersebut dijalankan. Tujuannya adalah memunculkan pertanyaan-pertanyaan awal yang akan memandu pembelajaran.
Pertemuan 2: Investigasi Terbimbing: Peserta didik secara berkelompok melakukan riset mendalam mengenai satu jenis kepemilikan usaha. Tujuannya adalah agar setiap kelompok menjadi "ahli" pada satu topik spesifik (perorangan, koperasi, atau PT).
Pertemuan 3: Pengembangan Proyek: Kelompok mulai mensintesiskan pengetahuan mereka untuk merancang sebuah proposal usaha perikanan. Tujuannya adalah menerapkan konsep yang telah dipelajari ke dalam sebuah proyek nyata yang menuntut pemikiran kritis dan kreatif.
Pertemuan 4: Galeri Wirausaha & Refleksi: Kelompok mempresentasikan hasil proyek mereka kepada kelas. Tujuannya adalah melatih kemampuan komunikasi, memberikan umpan balik, dan melakukan refleksi bersama atas seluruh proses pembelajaran.
D. Kerangka Pembelajaran Mendalam (NPDL) & Rencana Aktivitas
Tahapan | Aktivitas Pembelajaran | Keterangan / Keterkaitan dengan Kerangka Pembelajaran Mendalam |
Pertemuan 1: Eksplorasi & Penemuan Masalah (Inquiry-Based Learning) | Kegiatan Awal (15 menit): 1. Guru menyapa dan melakukan apersepsi dengan menampilkan gambar atau video singkat tentang berbagai skala usaha perikanan (nelayan kecil, TPI dengan koperasi, kapal industri besar). 2. Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Menurut kalian, siapa pemilik usaha-usaha ini? Apakah cara menjalankannya sama?" Kegiatan Inti (65 menit): 3. Peserta didik (individu) diminta menuliskan apa saja yang mereka ketahui dan apa yang ingin mereka ketahui tentang kepemilikan usaha perikanan di LKPD 1. 4. Guru memfasilitasi diskusi kelas untuk mengumpulkan pertanyaan-pertanyaan kunci. 5. Guru memberikan pengantar singkat mengenai tiga jenis kepemilikan utama: Perorangan, Kelompok/Koperasi, dan Perseroan Terbatas (PT). Kegiatan Penutup (10 menit): 6. Guru membagi peserta didik ke dalam kelompok dan menjelaskan tugas investigasi untuk pertemuan berikutnya. | Praktik Pedagogis: Pembelajaran Berbasis Pertanyaan (Inquiry-Based Learning) dimulai dengan pertanyaan otentik dari peserta didik. Guru berperan sebagai fasilitator. Lingkungan Belajar: Menciptakan lingkungan yang aman dan merangsang rasa ingin tahu. Mendorong semua peserta didik untuk bertanya. Teknologi: Penggunaan proyektor/layar untuk menampilkan media visual yang menarik. |
Pertemuan 2: Investigasi & Studi Kasus (Inquiry-Based Learning) | Kegiatan Awal (10 menit): 1. Guru mereview kembali pertanyaan-pertanyaan dari pertemuan sebelumnya. 2. Setiap kelompok berkumpul dan memastikan pemahaman tugas. Kegiatan Inti (70 menit): 3. Setiap kelompok mendapatkan satu topik spesifik (Perorangan, Koperasi, atau PT) dan LKPD 2. 4. Dengan menggunakan sumber daya yang disediakan (artikel, studi kasus pendek, akses internet), kelompok melakukan riset untuk mengidentifikasi karakteristik, kelebihan, dan kekurangan model usaha yang ditugaskan. 5. Guru berkeliling untuk membimbing, memberikan pertanyaan lanjutan, dan memastikan semua anggota berpartisipasi. Kegiatan Penutup (10 menit): 6. Setiap kelompok membagikan satu temuan paling menarik dari hasil riset mereka. | Praktik Pedagogis: Pembelajaran kolaboratif dan diferensiasi konten (setiap kelompok fokus pada topik berbeda). Kemitraan: Peserta didik berkolaborasi secara intensif. Guru bertindak sebagai mitra belajar, bukan hanya sumber informasi. Teknologi: Pemanfaatan gawai atau lab komputer untuk riset online (Leveraging Digital). |
Pertemuan 3: Pengembangan Proyek (Project-Based Learning) | Kegiatan Awal (10 menit): 1. Guru menjelaskan tujuan sesi ini: menerapkan pengetahuan untuk merancang sebuah proyek proposal usaha perikanan. Kegiatan Inti (70 menit): 2. Setiap kelompok berdiskusi untuk menciptakan ide usaha perikanan fiktif (misal: "Budidaya Lele Bioflok 'Maju Bersama'"). 3. Menggunakan LKPD 3, kelompok memutuskan bentuk kepemilikan yang paling cocok untuk ide usaha mereka. 4. Kelompok harus memberikan justifikasi yang kuat berdasarkan analisis kelebihan dan kekurangan yang telah mereka pelajari. 5. Kelompok mulai merancang materi presentasi mereka (infografis di Canva, slide presentasi, dll). Kegiatan Penutup (10 menit): 6. Guru memeriksa kemajuan setiap kelompok dan memberikan umpan balik formatif. | Praktik Pedagogis: Transisi ke Pembelajaran Berbasis Proyek (Project-Based Learning). Peserta didik menghasilkan produk/artefak belajar yang konkret. Lingkungan Belajar: Lingkungan yang berorientasi pada proses dan produk. Ruang kelas ditata fleksibel untuk mendukung kerja kelompok. Kreativitas & Berpikir Kritis: Peserta didik harus mensintesis informasi dan membuat keputusan yang beralasan. |
Pertemuan 4: Galeri Wirausaha & Refleksi (Project-Based Learning) | Kegiatan Awal (10 menit): 1. Guru menjelaskan teknis kegiatan "Galeri Wirausaha", di mana setiap kelompok akan memamerkan karyanya. Kegiatan Inti (70 menit): 2. Model Gallery Walk: Setiap kelompok menempelkan/menampilkan hasil proyeknya. Satu anggota kelompok tinggal untuk menjadi presenter, sementara anggota lain berkeliling mengunjungi "stan" kelompok lain. 3. Pengunjung dapat bertanya dan memberikan stiker umpan balik pada karya yang mereka lihat. 4. Setelah 30 menit, presenter berganti peran. 5. Guru melakukan penilaian menggunakan rubrik saat berkeliling. Kegiatan Penutup (10 menit): 6. Refleksi bersama: Apa tantangan terbesar? Apa pelajaran paling berharga? Konsep mana yang paling sulit/mudah dipahami? | Praktik Pedagogis: Penilaian autentik melalui presentasi dan umpan balik sejawat. Refleksi sebagai bagian penting dari siklus belajar. Kemitraan & Kolaborasi: Peserta didik tidak hanya berkolaborasi di dalam kelompok, tetapi juga berinteraksi antar-kelompok. Komunikasi: Keterampilan presentasi dan komunikasi lisan menjadi fokus utama pada tahap ini. |
E. Diferensiasi Pembelajaran
Untuk mendukung kebutuhan belajar yang beragam, strategi diferensiasi berikut akan diterapkan:
Untuk Peserta Didik dengan Pemahaman Awal yang Kurang:
Konten: Diberikan artikel dengan bahasa yang lebih sederhana atau rangkuman poin-poin kunci. Disediakan graphic organizer untuk memetakan kelebihan dan kekurangan.
Proses: Guru memberikan bimbingan lebih intensif saat kerja kelompok, menggunakan kalimat pancingan (sentence starters) untuk memulai diskusi atau penulisan.
Untuk Peserta Didik dengan Pemahaman Sesuai Target:
Untuk Peserta Didik dengan Pemahaman Lanjutan:
F. Penilaian (Asesmen)
Asesmen dilakukan secara formatif (selama proses) dan sumatif (pada akhir unit).
1. Rubrik Penilaian Pemahaman Teks & Riset Kelompok (Formatif - Pertemuan 2)
Kriteria | Sangat Baik (4) | Baik (3) | Cukup (2) | Perlu Bimbingan (1) |
Identifikasi Informasi | Mampu mengidentifikasi semua informasi kunci (karakteristik, kelebihan, kekurangan) dengan sangat akurat dan detail. | Mampu mengidentifikasi sebagian besar informasi kunci dengan akurat. | Mampu mengidentifikasi beberapa informasi kunci, namun ada yang kurang akurat. | Kesulitan mengidentifikasi informasi kunci dari teks. |
Analisis Kelebihan & Kekurangan | Mampu menganalisis secara mendalam dan memberikan penjelasan logis untuk setiap poin kelebihan dan kekurangan. | Mampu menjelaskan kelebihan dan kekurangan dengan cukup logis. | Mampu menyebutkan kelebihan dan kekurangan, namun penjelasannya kurang mendalam. | Hanya mampu menyalin poin tanpa penjelasan. |
Penggunaan Contoh | Mampu menemukan dan menghubungkan dengan contoh usaha nyata yang relevan. | Mampu memberikan contoh, meskipun kurang mendalam keterkaitannya. | Memberikan contoh yang kurang relevan. | Tidak mampu memberikan contoh. |
2. Rubrik Penilaian Diskusi, Kolaborasi, dan Presentasi Proyek (Sumatif - Pertemuan 4)
Kriteria | Sangat Baik (4) | Baik (3) | Cukup (2) | Perlu Bimbingan (1) |
Kolaborasi & Kontribusi | Aktif berkontribusi dengan ide-ide relevan, mendengarkan, dan membangun gagasan teman dalam kelompok. | Berkontribusi dalam diskusi, terkadang perlu didorong untuk aktif. | Berpartisipasi secara pasif, jarang memberikan ide. | Tidak berpartisipasi dalam kerja kelompok. |
Kejelasan & Argumen (Presentasi) | Menyampaikan ide proyek dan justifikasi dengan sangat jelas, logis, dan persuasif. Mampu menjawab pertanyaan dengan baik. | Menyampaikan ide dengan cukup jelas, namun justifikasi bisa lebih kuat. | Penyampaian kurang terstruktur dan argumen lemah. | Sulit dipahami dan tidak dapat memberikan alasan yang jelas. |
Kreativitas Media Presentasi | Media presentasi (visual, alat bantu) sangat menarik, informatif, dan mendukung pesan yang disampaikan. | Media presentasi cukup menarik dan informatif. | Media presentasi sederhana dan kurang mendukung pesan. | Tidak menggunakan media atau media sangat tidak efektif. |
Mengetahui, Kepala SMK Perikanan Nusantara
(______________________________)
NIP.
Kendari, 28 September 2025
Guru Mata Pelajaran
(______________________________)
NIP.
Lampiran: Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
LKPD 1: Mengamati dan Bertanya (Pertemuan 1)
Nama: __________________________
Kelas: X Agribisnis Perikanan
Tujuan: Mengidentifikasi pengetahuan awal dan merumuskan pertanyaan tentang kepemilikan usaha perikanan.
Petunjuk:
Amati gambar/video yang ditayangkan oleh guru.
Isilah kolom-kolom di bawah ini berdasarkan pengamatan dan pemikiranmu.
Bagian 1: Apa yang Kamu Amati?
Tuliskan 3-5 hal yang kamu lihat dari gambar/video terkait kegiatan usaha perikanan.
1.
2.
3.
4.
5.
Bagian 2: Apa yang Ingin Kamu Ketahui?
Buatlah minimal 3 pertanyaan tentang siapa yang memiliki dan bagaimana cara mengelola usaha tersebut. Gunakan kata tanya seperti: Siapa, Bagaimana, Mengapa, Apa bedanya...
1.
2.
3.
Bagian 3: Dugaan Awalku
Menurutmu, apa perbedaan utama antara usaha perikanan yang dijalankan oleh satu orang nelayan dengan usaha yang dijalankan oleh perusahaan besar?
LKPD 2: Investigasi Jenis Usaha Perikanan (Pertemuan 2)
Nama Kelompok: __________________________
Anggota: 1. ____________ 2. ____________ 3. ____________ 4. ____________
Tujuan: Menganalisis secara mendalam satu bentuk kepemilikan usaha perikanan.
Petunjuk:
Baca dan diskusikan sumber informasi (artikel/studi kasus/website) yang diberikan.
Lengkapi tabel di bawah ini berdasarkan hasil riset dan diskusi kelompokmu.
Jenis Kepemilikan Usaha yang Dianalisis: (Diisi oleh guru: Perorangan / Koperasi / PT)
| Komponen Analisis | Hasil Riset dan Penjelasan Kelompok |
| :--- | :--- |
| Karakteristik Utama
(Siapa pemiliknya? Bagaimana modal didapat? Siapa yang mengambil keputusan?) | |
| Kelebihan
(Sebutkan minimal 3 kelebihan beserta penjelasannya) | 1.
2.
3. |
| Kekurangan
(Sebutkan minimal 3 kekurangan beserta penjelasannya) | 1.
2.
3. |
| Contoh Nyata di Sektor Perikanan
(Cari contoh usaha perikanan di Indonesia yang menggunakan model ini) | |
| Sumber Informasi
(Tuliskan judul artikel atau alamat website yang kalian gunakan) | |
LKPD 3: Rencana Proyek "Wirausaha Perikanan" (Pertemuan 3)
Nama Kelompok: __________________________
Anggota: 1. ____________ 2. ____________ 3. ____________ 4. ____________
Tujuan: Merancang proposal usaha perikanan dengan memilih bentuk kepemilikan yang paling tepat.
Petunjuk:
Diskusikan dan sepakati ide usaha perikanan yang ingin kelompokmu kembangkan.
Lengkapi semua bagian di bawah ini sebagai dasar untuk presentasi akhirmu.
Bagian 1: Ide Usaha Kami
Bagian 2: Pemilihan Bentuk Kepemilikan
Beri tanda centang (✓) pada bentuk kepemilikan yang kelompokmu pilih.
Bagian 3: Justifikasi Pilihan Kami
Jelaskan dengan detail mengapa kelompokmu memilih bentuk kepemilikan tersebut! Hubungkan alasanmu dengan kelebihan model tersebut dan bagaimana hal itu cocok dengan ide usahamu. Sebutkan juga bagaimana caramu mengantisipasi kekurangannya.
Bagian 4: Rencana Presentasi